Menyelaraskan ESG dan CSR: Strategi Keberlanjutan Bisnis yang Komprehensif

oleh Jun 11, 2024Wawasan

Pekan ini kita menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang menjadi hari internasional terbesar tentang lingkungan hidup. Peringatan ini dimulai United Nations Environment Programme (UNEP), sejak tahun 1973 dan sampai hari ini berkembang menjadi platform global terbesar untuk penjangkauan lingkungan hidup yang dirayakan oleh jutaan orang di seluruh dunia.

Tahun ini Kerajaan Arab Saudi akan menjadi tuan rumah Peringatah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 dengan fokus pada restorasi lahan, penggurunan, dan ketahanan terhadap kekeringan. Restorasi lahan adalah pilar utama UN Decade on Ecosystem Restoration (2021-2030), sebuah seruan untuk perlindungan dan kebangkitan ekosistem di seluruh dunia, yang sangat penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Restorasi lahan mengacu pada penghentian degradasi atau rehabilitasi lahan yang terdegradasi, biasanya melalui kegiatan seperti reboisasi, konservasi tanah, dan perlindungan proses-proses alami. Restorasi lahan bertujuan meningkatkan keanekaragaman hayati, memulihkan jasa ekosistem, dan mengurangi dampak perubahan iklim.

 

Komponen Utama Lahan

Proses degradasi dan restorasi lahan tidak terlepas dari interaksi tiga komponen  penting, yaitu tumbuhan, air, dan tanah. Dampak dari hilangnya pohon terhadap tanah sangat signifikan. Pohon dan semak melindungi tanah dari kekuatan air hujan dan memberikan keteduhan yang mengurangi suhu permukaan tanah, yang pada gilirannya mengurangi penguapan. Penebangan dan penebangan pohon dalam skala kecil membuat tanah terkena percikan hujan yang melonggarkan dan melepaskan partikel-partikel tanah, mengikis tanah dan menciptakan permukaan tanah yang lebih kedap air sehingga meningkatkan limpasan air. Sebaliknya, tanah yang terus menerus terkikis kehilangan unsur hara penting untuk menjamin kehidupan tanaman.

 

Pelibatan Masyarakat dalam Pemulihan Lahan

Upaya-upaya restorasi lahan memerlukan keterlibatan banyak pihak khususnya masyarakat setempat dalam pelaksanaannya. Pelibatan masyarakat dalam upaya konservasi dan restorasi lahan sangat penting karena empat alasan berikut:

  1. Besarnya pengaruh manusia dalam mengubah tiga komponen utama lahan

Keterbatasan lahan lahan produktif dan tingginya kebutuhan masyarakat misalnya seperti kebutuhan pangan menyebabkan praktik pengelolaan lahan tidak berkelanjutan, seperti melakukan pembakaran lahan, pengeringan lahan, pembalakan liar, dan penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan. Ini mengganggu interaksi ketiga komponen penting lahan, sehingga pelibatan masyarakat dalam kegiatan konservasi dan restorasi lahan sangatlah penting.

Adira melibatkan siswa-siswi OSIS SMP 2 Denpasar dalam program penanaman pohon “Sayang Bumiku” di Denpasa, Bali (10/11/23). Program ini bertujuan untuk meningkatkan populasi pohon dan sarana edukasi bagi siswa-siswa sekolah

Adanya dimensi sosial, ekonomi dan budaya dalam upaya konservasi dan restorasi lahan

Kegiatan restorasi dan konservasi lahan sangatlah kompleks. Kegiatan tersebut tidak hanya menyangkut pemulihan biofisik tetapi juga memiliki dampak sosial, ekonomi, dan budaya. Puluhan juta Indonesia dari generasi ke generasi menggantungkan kehidupannya pada pertanian. Ini menciptakan relasi sosial dan budaya antara manusia dan lahan. ini kian menegaskan pentingnya pelibatan masyarakat dalam aktivitas konservasi dan restorasi lahan.

  1. Menghindari konflik dengan masyarakat

Tanpa sosialisasi yang tepat, upaya restorasi dan konservasi lahan dapat memicu konflik sosial baru, terlebih jika aktivitas tersebut dilaksanakan tanpa komunikasi yang baik dan keterlibatan aktif dari masyarakat setempat. Sebagai contoh, pembangunan infrastruktur pembasahan kembali gambut (rewetting) seperti sekat kanal dan penimbunan kanal kerap kali dirusak karena dianggap mengganggu aktivitas pertanian dan mengganggu jalur transportasi masyarakat.

  1. Lebih menjamin keberlanjutan

Pelibatan aktif masyarakat dalam konservasi dan restorasi lahan  memungkinkan mereka mendapat manfaat langsung (seperti manfaat ekonomi) dan tidak langsung dari restorasi lahan. Ketika masyarakat mendapatkan manfaat jangka pendek dan panjang dari perbaikan kualitas lahan maka diharapkan mereka terdorong untuk menjadi penggerak utama upaya konservasi dan restorasi lahan.

Kegiatan peringatan lingkungan hidup, baik dalam skala lokal, regional, atau global penting dilakukan untuk menjaga dan mempertahankan motivasi masysyarakat dalam menjaga lingkungan mengingat pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan memulihkan lingkungan.

 

Ditulis oleh Salman Nursiwan