Carbon Footprint: Sebab Polusi Udara Jakarta

oleh Sep 13, 2023Wawasan

Carbon Footprint: Sebab Polusi Udara Jakarta

Jika kamu berkunjung ke Jakarta, selain panas dan macet kamu juga akan merasakan asap kendaraan serta debu jalanan dimana-mana.

Ternyata udara di Jakarta sudah terkena polusi cukup parah loh, bahkan menurut IQ Air, Jakarta menjadi peringkat kedua sebagai Kota paling berpolusi mengalahkan Beijing, Tiongkok.

Kok bisa ya? Ternyata, Jakarta mengalami polusi udara yang cukup parah diakibatkan oleh banyaknya karbondioksida (CO2) yang ditimbulkan dari hasil aktivitas manusia, contohnya seperti asap kendaaraan dan asap pabrik, fenomena ini dikenal juga dengan istilah carbon footprint.

“Jakarta udaranya sedang tidak sehat, bahkan untuk bernafas aja lumayan sesak” Ujar Agnes salah satu warga Jakarta.

Polusi udara bisa berakibat fatal, bukan hanya pada alam namun juga terhadap kesehatan manusia.

Ternyata ada yang dapat mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menjalankan program Carbon offset. Ibaratnya Carbon offset hadir untuk menyeimbangkan penyebaran carbon footprint.

Cara ini sudah banyak digunakan loh oleh beberapa negara maju di Eropa maupun Amerika, salah satu upaya sederhana program Carbon offset adalah dengan menanam pohon. Program ini membantu mencapai tujuan CSR perusahaan terutama untuk pemulihan lingkungan, selain berdampak nyata, penerima manfaatnya juga terbilang banyak, bayangkan saja jika satu pohon menghasilkan 130 kg oksigen/tahun berapa ratus orang yang menerima manfaatnya.

Program carbon offset seperti penanaman pohon tidak mesti dilakukan secara serentak yang terpenting bekelanjutan (sustainable).

Indodax mengadakan kegiatan tanam pohon sebagai upaya carbon offset. Kegiatan ini menghadirkan 1000 pohon yang ditanam oleh siswa-siswi mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi, hal ini membuka gerbang untuk bisa menyeimbangkan carbon footprint yang menyelimuti kita bertahun-tahun.

Selain menghadirkan 1000 pohon, Indodax mengajak beberapa komunitas untuk membersihkan sungai yang berada di alun-alun Regol, Bandung. Sungai ini merupakan sungai yang aktif digunakan masyarakat, namun sayangnya banyaknya sampah membuat sungai ini menjadi tidak layak dipakai, nah membersihkan sarana air bersih juga bisa membantu penyeimbangan carbon footprint, karena sungai berperan penting untuk menyeimbangkan lingkungan.

Kamu mau melakukan carbon offfset untuk program CSR-mu? Yuk seimbangkan carbon footprint bersama Filantra dengan konsultasi melalui info@filantra.org/+628156002276