Merawat Hutan Menyelamatkan Masa Depan

oleh Mei 21, 2024Wawasan

Fadlun Arrayan Bonde (Ega) | Foto: Bogani Nani Wartabone National Park Authority/CIWT Project Indonesia – UN News.

Fadlun Arrayan Bode atau bisa disapa Ega adalah satu dari 15 perempuan yang terpilih mengikuti program Perempuan Inspiratif Mitra Polhut (Inspiring Women to Partner with Forest Rangers) yang dilakukan untuk melindungi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone National Park serta memberikan peluang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Kisah Ega merupakan salah satu cerita inspiratif keberhasilan program lingkungan yang didukung United Nations Development Programme di Asia Pasifik seperti yang dimuat dalam UN News.

“Saya selalu tertarik pada alam dan konservasi.” Tuturnya. Ega tumbuh dan tinggal di kampung yang dikelilingi hutan. Kebiasaan kakek dan neneknya membagikan tanda-tanda alam tradisional membuatnya tertarik untuk mengenali hutan dan tanaman lebih dalam. “Mereka memberitahu tentang kekuatan alam dan mengajarkan bahwa bahasa alam adalah bahasa tertua di bumi, sehingga kita harus mau menyimak.” Meskipun tidak sedikit kisah tersebut berbau mistis, seperti kepercayaan bahwa kalau semut berkumpul tandanya akan turun hujan, bagi Ega pesan utama yang ditangkapnya adalah bahwa energi dan bahasa alam haruslah dihormati.

Tidak banyak anak muda memiliki kesempatan seperti Ega, tumbuh dan besar di lingkungan yang sadar lingkungan. Banyak anak tidak mendapatkan kesempatan berbaur dan mengenali manfaat lingkungan secara langsung atau mendapatkan pendidikan lingkungan yang memadai dari orangtua mereka.

Melalui program Perempuan Inspiratif Mitra Polhut, Ega mendapatkan pelatihan dasar kepolisian, pendidikan dan komunikasi lingkungan, negosiasi, sampai keterampilan wirausaha. Pengetahuan yang didapatkannya penting untuk membantu menyadarkan dan memberdayakan masyarakat di sekitar Taman Nasional untuk hidup berdampingan dan berkelanjutan dengan alam karena banyaknya masalah yang dihadapi dalam pelestarian lingkungan.

 

Pentingnya Penyadaran Lingkungan

Pelestarian keanekaragaman hayati memang menghadapi beragam tantangan, sebagaimana disampaikan Tony Sumampau, Direktur Safari Indonesia ketika bersama Filantra melakukan pelepasliaran Jalak Suren Jawa (Gracupia jalla). Menurutnya banyak jenis terancam karena penurunan kualitas habitat, penyempitan area sebaran karena eksploitasi atau penebangan, konversi untuk lahan pertanian, perkebunan dan permukiman, maupun kebakaran hutan. Ancaman lainnya adalah perburuan liar atau domestikasi spesies.

Hal ini membuat keterlibatan Filantra dalam berbagai kegiatan pelestarian keanekaragaman hayati beragam, mulai dari kegiatan survei dan inisiasi budidaya pelestarian ekosistem padang lamun untuk pakan dugong, pengembangbiakan spesies yang terancam punah seperti harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), perawatan kandang, maupun pelepasliaran.

 

 

 

Pemberian pakan kepada ‘Mawar’, Dugong satu-satunya yang masih bertahan di kepulauan Alor, NTT (6/11/22). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Filantra bersama Bantoo pelestarian  dugong sebagai hewan yang terancam punah 

Hal ini juga membuat kegiatan pelestarian lingkungan perlu melibatkan banyak pihak. Filantra bekerjasama dengan kelompok muda seperti BTS Army dan sekolah-sekolah, korporasi seperti PT Smelting, Adira Finance, BFI dan Bank DKI Jakarta serta lembaga terkait konservasi seperti Taman Safari Indonesia, Prigen Conservation Breeding Art, pengelola kebun binatang di Indonesia, serta dinas terkait di pemerintah daerah provinsi, kota, dan kabupaten.

Cerita Ega adalah contoh kerberhasilan pendidikan lingkungan. Dengan menularkan pengetahuan dan kesadaran mengenai lingkungan secara lintas generasi, kita berharap kesadaran mengenai lingkungan dapat terus menerus tumbuh. “Kegiatan lingkungan yang dikelola Filantra dan mitra-mitranya dilakukan tidak hanya untuk memperbaiki lingkungan. Tetapi juga meningkatkan kesadaran publik, khususnya generasi muda tentang lingkungan” ungkap Asep Nurdin, CEO Filantra. Ini dilakukan di antaranya dengan selalu melibatkan kelompok-kelompok muda dalam kegiatan lingkungan yang dilaksanakan Filantra.

Penyuluhan terkait kepedulian lingkungan yang disampaikan oleh petugas DLHK Kab.Bandung Barat di kegiatan Mari Tanam Sejuta Pohon untuk Indonesia, Kamis (27/7/23). Kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada para siswa/i tentang bagaimana cara merawat pohon di lingkungan sekitar

Penyadaran lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat merupakan dua pendekatan penting dalam melestarikan hutan konservasi. Kita berharap lebih banyak lagi anak muda seperti Ega yang menjadi inspirasi dalam perlindungan hutan.

 

Ditulis oleh Salman Nursiwan